FENOMENA HUJAN MERAH DI INDIA (TULISAN 3 )

Tahun 2009 yang lalu, Di India pernah terjadi sebuah hujan yang cukup aneh dan mengejutkan para ilmuwan. Hujan tersebut berwarna merah. Pada awalnya memang para ilmuwan tidak terkejut dengan yang terjadi karena mereka mengira bahwa warna dan ternyata setelah diteliti lebih lanjut merah tersebut disebabkan oleh pasir gurun. Namun, rasa kaget mereka baru muncul setelah mereka menemukan bahwa unsur merah yang ada dalam air hujan tersebut adalah sel hidup, dan lebih mengejutkannya lagi adalah sel yang bukan berasal dari bumi tetapi sel yang berasal dari makhluk ruang angkasa (aliens).

Dan  konon katanya bukan hanya berwarna merah, pada 10 hari pertama hujan tersebut dikabarkan berwarna kuning, hijau, dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas hujan mereda hingga September. Hujan tersebut ternyata turun tidak di semua wilayah, terbatas hanya di wilayah tertentu dan lamanya rata-rata sekitar 20 menit. Para penduduk yang kebagian hujan tersebut menemukan baju-baju mereka yang sedang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Dikatakan juga bahwa sebelum hujan turun, terdengar bunyi ledakan dan terlihat adanya cahaya. Mereka mempercayai itu sebagai ledakan meteor.

 

 pemerintah India segera mengambil tindakan untuk meneliti air hujan tersebut. Diantara para ilmuwan yang meneliti adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.Dalam penelitian tersebut mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 Km. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, alasan dilakukannya penelitian ini adalah ditemukannya sel hidup dalam unsur merah yang terdapat pada air hujan tersebut. Sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 1968, Inggris diguyur hujan berwarna merah, namun warna merah saat itu berasal dari butiran pasir dari Arab yang mungkin terbawa oleh angin.

Kandungan dalam  sel yang terdapat pada air hujan tersebut terdiri dari 50% karbon, 45% oksigen, dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel tersebut memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur di dalam membrannya. Hanya saja tidak ada Nuckleus yang terindentifikasi. Dalam setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah.

Dapat di simpulkan oleh ilmuwan bahwa pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan tersebut mengerut karena gravitasi  untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet. Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat.

 

SUMBER :

Koran republika,

http://www.altavista.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: