Tugas 1 (TOU 1)

Konteks Budaya Organisasi Dengan Pembentukan Organisasi Sekolah

Secara definisi budaya organisasi merupakan suatu kehidupan dalam tingkah laku yang menjiwai individu-individu sebagai kebiasaan yang dijalankan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.Dalam pembentukan struktur organisasi lebih menonjolkan penempatan jabatan yang memiliki hak dan kewajiban serta tugas pokok dan fungsinya.Sebab budaya organisasi merupakan karakter yang sangat menjiawi para individunya sehingga menyebabkan organisasi yang telah terbentuk relative bersifat kaku dan harus dibuat lebih fleksibel.

Dalam mewujudkan budaya organisasi yang lebih fleksibel ,diperlukan upaya yang sangat serius dari berbagai pihak di sekolah yang melalui kebijakan maupun sikap dalam proses kegiatan di sekolah. Selain itu perlu diketahui bahwa dalam hubungan suatu organisasi dan kinerjanya dikenal dengan kolektif kolegial yang mempunyai arti bahwa setiap kebijakan ,kegiatan,atau pun menjalankan suatu proses didalam lingkungan sekolah dengan berbagai tingkatan yang berbeda ,semuanya harus berpijak pada kebersamaan,dimana seluruh pengurus dan anggota dalam sekolah harus terlibat.

Dalam Hal ini bermanfaat untuk membangun serta mereduksi sebuah system yang lebih menekan pada pengambilan kebijakan yang bersifat partisipasif dan memiliki arti bahwa seluruh komponen stake holder-stake holder dilibatkan dalam memberikan masukan.Sehingga terbentuk struktur organisasi yang dapat diimplementasikan secara baik dan fleksibel dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang bersifat partisipasif bagi seluruh komponen sekolah .Selain itu perlu adanya penegasan bagi seluruh komponen sekolah agar dapat lebih berperan serta dalam membina suatu kehidupan dilingkungan sekolah agar segala kegiatan lebih terarah pada tujuan dan fungsinya.

Pemahaman dasar tentang perilaku organisasi merupakan fundamen dari kajian suatu administrasi sekolah,dimana seluruh kegiatan dalam organisasi diperlukan suatu jasa dari lembaga administrasi,baik yang meliputi kegiatan pembentukan pengurus maupun acara-acara lainnya. Dalam sebuah analisa menemukan bahwa kehidupan organisasi sebenarnya lebih rumit dan sulit untuk dapat diprediksi oleh sebagian orang dalam kehidupannya. Hal ini didasarkan pada kenyakinan bahwa masalah fundamental dalam organisasi adalah suatu perkembangan dan pemeliharaan dinamis serta mempunyai hubungan yang harmonis (HOY, MISKET).

Terbentuknya organisasi dalam suatu sekolah seperti halnya OSIS merupakan alat yang ditandai dengan adanya kegiatan sharing atau berbagai nilai dan kenyakinan yang sama bagi seluruh anggota organisasi.      Dengan memahami konsep budaya berorganisasi dapat diambil suatu nilai bahwa perlu terjalinnya kerja sama yang baik dari anggota organiasasi dengan pengurus sehingga akan dengan mudah kita menanamkan visi dan Misi kepada seluruh masyarakat sekolah.

Dan dalam mewujudkan Visi dan Misi dalam berorganisasi diperlukan sebuah system yang mencakup umpan balik,interaksik dari masyarakat sekolah serta menanamkan nilai /moral yang baik bagi setiap masyarakat sekolah agar tidak menimbulkan kegiatan yang dapat merusak martabat anak bangsa. Selain itu Terdapat pengaruh          budaya berorganisasi terhadap perilaku organisasi dalam lingkungan sekolah apabila moral anak sekolah tidak dilatih dengan baik sebab manusia pada intinya cenderung bergaul dalam suatu kelompok dan cenderung bertahan dalam jangka waktu yang panjang , selain itu dalam kelompok itu memiliki jenis dan bervariasi.

Organisasi yang baik akan terbentuk dengan baik dan fleksibel bila suatu organisasi tersebut memiliki anggota-anggota yang mempunyai jiwa yang mudah berinteraksi dengan masyarakat lain bukan hanya dalam lingkungan sekolah tapi juga masyarakat umum ,sebab organisasi itu akan terasa hidup jika ada interaksi dari anggota-anggota organisasi secara aktif yang lebih menonjolkan kerarah konteks budaya organisasi itu sendiri.

Konteks Budaya organisasi itu mencakup tentang apa yang penting dalam kehidupan dan sangat beragam,seperti sekarang yang terjadi pada sebagian orang yang  memiliki perilaku yang sangat mempedulikan uang dan kesombongannya daripada kepentingan orang lain.Secara kasat mata kita dapat melihat bahwa budaya organisasi ini sangat dengan cepat terpengaruh oleh budaya bangsa asing dan dapat berdampak langsung bagi generasi penerus yang dalam kehidupan nya kelak akan berinteraksi dengan kehidupan yang lebih luas. Sehingga perlu ditanamkan sejak dini bagaimana seseorang itu dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang lain tanpa menimbulkan sifat yang tidak berdampak langsung pada tingkah laku pribadi dan tanpa mengurahi jati diri yang ada pada diri manusia ,akan tetapi berdampak baik bagi kehidupan manusia itu sendiri sehingga dia bisa dengan mudah mendapatkan teman dan berinteraksi sekali pun dengan kondisi tempat yang baru saja kita tempati seperti halnya siswa yang baru masuk sekolah baru ,siswa tersebut akan saling berorganisasi dan berkerja sama dengan yang lainnya .

Sumber Referensi :

Taliziduhu Ndraha, Budaya organisasi, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003) p.123.

http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: